FEB UNP Dorong Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah Nagari melalui BMT dan Pengelolaan ZIS

LIMA PULUH KOTA – Program Studi S1 Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Padang (FEB UNP), kembali berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Integrasi Prodi–Nagari (PIPN). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Mengusung tema “Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah Nagari melalui BMT dan Pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah”, kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan berkelanjutan dalam pengelolaan keuangan nagari berbasis syariah. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kelembagaan ekonomi sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wali Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Nofrizal, S.E., CHt. Pemerintah Nagari menyambut positif pelaksanaan PIPN sebagai bentuk kolaborasi dalam memperkuat kelembagaan ekonomi nagari dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip syariah. Dalam program ini, Pemerintah Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang berperan sebagai mitra utama. Program pengabdian dilaksanakan oleh tim dosen Prodi Manajemen Bisnis Syariah FEB UNP yang diketuai Hendri Andi Mesta, bersama anggota tim Firman, Nia Ariyani Erlin, Verselly Nisaa, dan Herlinda Fitri Febriyanti, serta dosen lintas prodi Ridho Ryswaldi dan Irdha Yusra. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah FEB UNP

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman di luar kampus. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus memahami proses pemberdayaan dan pendampingan dalam pengembangan ekonomi nagari.

Dua narasumber dihadirkan untuk memberikan materi yang saling melengkapi. Edhie Kusmana, S.Ag., M.M., Ketua PBMT Indonesia Wilayah Sumatera Barat, menyampaikan materi mengenai “Penguatan BMT Nagari Menuju Lembaga yang Mandiri: Kelembagaan, Tata Kelola, dan Pembiayaan Syariah.”

Materi tersebut membahas berbagai aspek penting dalam pengembangan BMT, mulai dari fungsi dan kelembagaan BMT, tata kelola, prinsip operasional, sumber pendanaan, akad pembiayaan, hingga pengelolaan risiko. Pembahasan juga menyoroti kebutuhan pengembangan BMT Nagari agar mampu menjadi lembaga keuangan syariah yang mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Lima Puluh Kota menyampaikan materi bertajuk “Optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Nagari.” Materi berfokus pada penggalian potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), mekanisme penghimpunan dan penyaluran, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana ZIS.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan konsep pemanfaatan ZIS secara produktif sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat serta berbagai alternatif penguatan pengelolaan ZIS pada tingkat nagari.

Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan sosialisasi, edukasi interaktif, diskusi, dan pemetaan kebutuhan secara partisipatif. Pendekatan ini memberikan ruang kepada peserta untuk tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga mengidentifikasi potensi, persoalan, dan kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan lembaga ekonomi syariah di nagari.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top