Dari Sampah Menjadi Sumber Daya, Mahasiswa Departemen Manajemen UNP Diajak Bangun Ekonomi Sirkular

Padang — Sampah bukan sekadar persoalan lingkungan. Jika dikelola dengan cara yang tepat, sampah dapat diubah menjadi sumber daya, membuka peluang ekonomi, sekaligus melahirkan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Gagasan inilah yang menjadi fokus dalam Kuliah Umum “Green Campus Circular Economy: Dari Sampah Menjadi Sumber Daya” yang diselenggarakan Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Padang (UNP).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Prof. Kamaluddin FEB UNP, Jumat (21/8), pukul 08.00–10.00 WIB, menghadirkan dua pemateri yang mengajak mahasiswa melihat isu lingkungan tidak hanya dari perspektif ekologis, tetapi juga dari sisi ekonomi, inovasi, dan kewirausahaan.

Kaprodi Manajemen Bisnis Syariah, Dr. Hendri Andi Mesta, M.M., , menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan ini. Beliau menyampaikan materi berjudul “Ekonomi Sirkular untuk Mahasiswa”. Materi yang disiapkan khusus untuk mahasiswa Departemen Manajemen tersebut mengangkat ekonomi sirkular sebagai pendekatan untuk mengubah cara pandang terhadap penggunaan dan pengelolaan sumber daya.

Dalam perspektif ekonomi sirkular, sumber daya tidak berhenti digunakan setelah menghasilkan produk atau setelah produk dianggap sebagai sampah. Sebaliknya, terdapat upaya untuk mempertahankan nilai sumber daya selama mungkin melalui pemanfaatan kembali dan pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Bagi mahasiswa, konsep tersebut tidak berhenti pada pemahaman teoritis. Ekonomi sirkular dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan peluang kewirausahaan. Lingkungan kampus juga dapat menjadi tempat untuk memulai perubahan melalui kebiasaan mengurangi sampah dan memanfaatkan sumber daya secara lebih bertanggung jawab.

Perspektif tersebut kemudian diperkuat oleh Dra. Endah Purwaningsih, M.Sc., Dosen Fakultas Ilmu Sosial, Departemen Geografi, yang membawakan materi “Social Entrepreneur: Mahasiswa Berkarya, Berdampak untuk Sesama”.

Melalui materi ini, mahasiswa diajak melihat kewirausahaan dari perspektif yang lebih luas. Menjadi entrepreneur bukan hanya tentang menciptakan produk dan memperoleh keuntungan, tetapi juga tentang menghasilkan karya yang mampu menjawab persoalan di lingkungan sekitar dan memberikan dampak positif bagi sesama.

Kedua materi tersebut membangun satu pesan penting: persoalan lingkungan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkarya dan menciptakan dampak. Sampah yang selama ini dipandang sebagai masalah dapat menjadi sumber ide, sedangkan kreativitas mahasiswa dapat diarahkan menjadi solusi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus sosial.

Kegiatan kuliah umum ini juga memperkuat semangat green campus di lingkungan FEB UNP. Mahasiswa sebagai generasi muda memiliki posisi strategis untuk mendorong perubahan perilaku, membangun kesadaran lingkungan, serta menciptakan berbagai inisiatif yang mendukung keberlanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Manajemen FEB UNP mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi konsumen yang bijak, tetapi juga pencipta solusi. Ekonomi sirkular dan kewirausahaan sosial diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan yang mampu mengubah persoalan menjadi peluang dan karya menjadi kebermanfaatan.

Pada akhirnya, semangat “dari sampah menjadi sumber daya” bukan hanya berbicara tentang bagaimana mengelola sampah, tetapi tentang bagaimana membangun pola pikir baru: melihat nilai di balik sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai, menciptakan inovasi, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top